IKA Kimia UNAIR Perkuat Peran Alumni sebagai Jembatan Dunia Akademik dan Profesional
DEPARTEMEN KIMIA UNAIR – Ikatan Alumni (IKA) Kimia Universitas Airlangga terus menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi strategis yang menghubungkan dunia akademik dengan dunia profesional. Di bawah kepemimpinan Ketua IKA Kimia periode 2025–2028, Faiz Tamamy (Kimia 2008), IKA Kimia diarahkan untuk tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ekosistem alumni yang berdampak bagi alumni, mahasiswa aktif, dan institusi.
Faiz Tamamy, yang saat ini beraktivitas di bidang pemasaran sebagai distributor alat laboratorium sekaligus menjalani peran sebagai kepala keluarga, memandang IKA Kimia sebagai rumah besar bagi seluruh alumni Kimia UNAIR. Menurutnya, keberadaan IKA Kimia memiliki posisi strategis dalam menjembatani ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas dunia kerja dan industri.
“IKA Kimia bukan sekadar organisasi formal atau wadah kumpul-kumpul semata. Ia adalah jembatan penghubung antara dunia akademik dan dunia profesional,” ungkapnya.
Peran Alumni bagi Mahasiswa dan Departemen
Faiz menjelaskan bahwa bagi alumni, IKA Kimia berfungsi sebagai ruang networking untuk berbagi peluang karier, membuka potensi kolaborasi, serta menjaga nilai kekeluargaan yang telah terbangun sejak masa perkuliahan. Sementara itu, bagi mahasiswa aktif, alumni memiliki peran krusial sebagai sumber insight dunia industri, mentor karier, hingga pemberi gambaran nyata mengenai tantangan dan peluang setelah lulus.
Ia menilai dinamika IKA Kimia dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang progresif. Dari kegiatan yang awalnya bersifat temu kangen, kini IKA Kimia mulai bergerak menuju aktivitas yang lebih kontributif, seperti inisiatif beasiswa alumni dan penyelenggaraan seminar karier.
“Dinamika lintas generasi memang menjadi tantangan tersendiri, tetapi justru dari sanalah IKA Kimia tumbuh dan tetap hidup,” ujarnya.
Harapan dan Arah Pengembangan IKA Kimia
Ke depan, Faiz berharap IKA Kimia dapat berkembang menjadi ekosistem alumni yang semakin inklusif dan suportif. Beberapa arah pengembangan yang menjadi perhatian antara lain penguatan basis data alumni berbasis digital untuk memetakan potensi lintas sektor, pengembangan program mentorship yang terstruktur bagi mahasiswa, serta kolaborasi nyata yang mampu mengangkat nama Departemen Kimia UNAIR di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, sinergi antara alumni, mahasiswa, dan civitas akademika menjadi kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi institusi dan masyarakat.
Pesan untuk Mahasiswa Kimia
Menutup refleksinya, Faiz menyampaikan pesan kepada mahasiswa Kimia yang sedang menjalani proses akademik. Ia mengajak mahasiswa untuk menikmati setiap proses belajar, termasuk kesalahan dan tantangan yang dihadapi di laboratorium.
“Nikmati setiap error di laboratorium dan setiap kerumitan rumus molekul. Kimia bukan hanya soal menghafal reaksi, tetapi melatih logika berpikir dan daya tahan. Jangan hanya unggul di kelas, tetapi perluas relasi dan asah soft skills. Dunia luar membutuhkan sarjana kimia yang tidak hanya cerdas, tetapi juga solutif dan berintegritas,” pesannya.
Melalui penguatan peran alumni dan kolaborasi lintas generasi, IKA Kimia UNAIR diharapkan terus menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan mahasiswa, departemen, serta kontribusi nyata Universitas Airlangga bagi masyarakat luas.