Guest Lecture on Advanced Biochemistry: Lipid Production by Rhodotorula strains using Bio-wastes
Pada kamis, 20 Maret 2025, diadakan kuliah tamu dengan materi “Lipid production by Rhodotorula strains using Bio-Wastes” untuk mata kuliah Biokimia Tingkat lanjut. Acara ini mengundang direktur ICBiotech sekaligus dosen dari Osaka University, Prof. Kazuhito Fujiyama dan Profesor bidang Biokimia, yang sekaligus menjabat sebagai Wakil Rektor III Unair, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih., M.Si sebagai moderator kuliah tamu kali ini.


Acara ini dihadiri oleh mahasiswa S1, S2, staf peneliti dan beberapa dosen dari departemen kimia. Acara ini dimulai dengan sambutan dari Prof. Nyoman kepada Prof. Fujiyama. Kuliah tamu ini membahas tentang produksi lemak dari strain Rhodotorula menggunakan limbah biologis. Diketahui bahwa Rhodotorula termasuk dalam filum Ascomycetes. Limbah biologis tersebut diketahui mengandung nutrisi makro dan mikro, sehingga dapat menjadi fermentation feedstock yang baik untuk menghasilkan produk lemak.
Prof. Nyoman turut menceritakan pengalamannya dalam penelitiannya yang memanfaatkan biomassa. Beliau menceritakan pengalamannya mengekstraksi minyak sawit menggunakan beberapa enzim pendegradasi limbah, seperti enzim golongan xilanolitik dan selulolitik. Tujuannnya untuk mendegradasi sel pada limbah hasil gilingan kelapa sawit (mengekstrak minyak sisa). Memang efisiensi dan kualitasnya tidak sebaik dengan ekstraksi pertama, namun masih layak untuk dikembangkan sebagai bahan baku biodiesel. Hal tersebut bisa menjadi solusi untuk permasalahan penggunaan minyak sawit untuk biodiesel, dimana hal tersebut tidak disarankan karena harganya mahal dan akan bersaing dengan bahan bakar.
Setelah sesi pemaparan materi dari Prof. Fujiyama, selanjutnya diadakan sesi diskusi dari setiap kelompok. Pertanyaan pertama menanyakan mengenai kemungkinan produksi lemak biomassa dapat diolah menjadi produk biodiesel, dimana tujuannya bisa dijadikan produk komersial dan juga apakah ada perbedaan kualitas dengan produk biodiesel dari sawit. Lalu Direktur ICBiotech ini menerangkan bahwa tidak ada perbedaan, terlebih lagi menggunakan produk biodiesel dari limbah akan mengurangi biaya yang mahal, hingga 2 kali lipat.
Pertanyaan selanjutnya mengenai bagaimana cara mendeteksi suatu limbah masih memiliki kandungan minyak yang tersisa. Kemudian Prof. Fujiyama menjelaskan bahwa mendeteksi kandungan minyak dalam suatu limbah dapat dengan reaksi transesterifikasi, dimana trigliserida direaksikan dengan metanol, lalu menghasilkan ester metil dari asam lemak dan gliserol. Metil ester tersebut dapat dengan mudah dideteksi dan ditentukan strukturnya dengan perangkat kromatografi gas yang digabungkan (tandem) dengan spektrometri massa / Gas chromatography-mass spectrometry (GCMS). Dengan bantuan alat tersebut, tidak hanya informasi kuantitatif mengenai kadar saja yang didapat, namun juga informasi kualitatif seperti jenis asam lemak yang terkandung dalam limbah tersebut. Semua analisis dapat dilakukan dalam waktu yang cukup singkat.


Pertanyaan selanjutnya mengenai preferensi penggunaan asam lemak, dimana pada hasil riset Prof. Fujiyama menggunakan asam oleat, bukan asam lemak yang lain. Lalu pria tersebut menerangkan bahwa bisa saja menggunakan asam lemak yang lain, hanya saja asam oleat adalah bahan yang paling maksimal atau yang paling bagus digunakan untuk pembuatan biodiesel. Pertanyaan terakhir menanyakan tentang penggunaan bahan berfase cair dalam produk biodiesel. Lalu Prof. Fujiyama secara singkat menerangkan bahwa dalam fasa cair, sintesis dan pemurnian biodiesel yang terbentuk menjadi lebih mudah. Perkuliahan tamu tersebut kemudian ditutup setelah sesi tanya jawab selesai dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi untuk mengenang momen tersebut.
Penulis: Tim Konten Web dari HIMAKI
Editor: Kautsar Ul Haq