Kimia UNAIR Perkuat Kompetensi Guru melalui Workshop Pembelajaran dan Asesmen Kimia
Departemen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (UNAIR) berkontribusi dalam kegiatan Workshop Penguatan Kompetensi Guru Kimia SMA/MA dalam Pembelajaran, Pemecahan Masalah, Asesmen Kimia yang dilaksanakan pada Sabtu, 19 September 2026. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru yang tergabung dalam MGMP Kimia MAN Kota Malang dan MAN Kabupaten Malang.
Workshop menjadi salah satu bentuk kontribusi Kimia UNAIR dalam mendukung penguatan kompetensi guru, khususnya dalam menghadapi perkembangan pembelajaran dan asesmen kimia di tingkat SMA/MA. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan yang mencakup strategi pembelajaran, pemecahan masalah, hingga pendalaman konsep kimia. Sejumlah dosen Kimia UNAIR turut hadir sebagai pemateri dengan membawakan topik yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran kimia. Dr. rer. nat. Ganden Supriyanto, M.Sc. mengawali sesi materi dengan membahas strategi asesmen dan pembelajaran kimia SMA menghadapi Era TKA dan Olimpiade Sains.
Materi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Muji Harsini, M.Si. mengenai strategi pemecahan soal kimia, perhitungan dan analisis kualitatif kation–anion. Sementara itu, Prof. Dr. Hartati, M.Si. membahas struktur dan reaktivitas, meliputi konsep kimia unsur, koordinasi, dan tata nama senyawa anorganik. Pada sesi berikutnya, peserta diajak memperdalam konsep kimia organik melalui materi menalar reaktivitas senyawa organik, dari struktur molekul hingga prediksi produk reaksi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Mulyadi Tanjung, M.S.. Pembahasan kemudian dilanjutkan oleh Prof. Dr. Pratiwi Pudjiastuti, M.Si. mengenai strategi memprediksi berbagai reaksi, mulai dari substitusi, eliminasi, karbonil, hingga senyawa nitrogen.
Rangkaian materi ditutup dengan pembahasan kimia kehidupan: integrasi konsep makromolekul organik dan biokimia dalam konteks fenomena sehari-hari oleh Prof. Dr. Sri Sumarsih, M.Si. Materi tersebut mengajak peserta melihat keterkaitan konsep kimia dengan berbagai fenomena yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan ruang bagi guru untuk bertukar pengalaman serta mendiskusikan berbagai tantangan dalam pembelajaran kimia di madrasah.
Keterlibatan dosen Kimia UNAIR dalam workshop ini menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Melalui kolaborasi tersebut, penguatan kompetensi guru diharapkan dapat terus dilakukan sekaligus membuka ruang pertukaran pengetahuan antara akademisi dan pendidik di tingkat SMA/MA. Kegiatan berlangsung hingga sore hari dan ditutup dengan sesi diskusi serta penutupan. Kimia UNAIR terus mendorong kolaborasi dan kontribusi akademik dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran kimia di tingkat pendidikan menengah.